Berperan sebagai seorang lesbian membuat dalam Film MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK, membuat Permata Sari Harahap bisa lebih mengenal bagaimana karakter dan sikap seorang penyuka sesama jenis. Dalam film arahan sutradara Lola Amaria itu, Permata beradu akting dengan Fitri dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

“Lesbian di sini sangat blak-blakan ketika mereka pacaran. Mereka sudah lupa urat malu, ciuman dan pelukan di jalanan atau di Victoria Park sudah biasa bagi mereka dan di sinilah aku kaget melihat mereka yang sebenarnya karena bayanganku tidak seperti itu,” paparnya saat ditemui di Peterson Building lantai 13, Hong Kong, Selasa ( 17/11 ).

“Sangat mudah menemukan pasangan lesbian di sini, mereka bisa dilihat ciri cirinya. Kalau yang menjadi laki-lakinya terlihat macho dan yang jadi perempuan biasanya membawa boneka dengan gaya lebih feminim,” tambahnya.

Sebelum menjalani perannya, Permata telah melakukan observasi selama 2 minggu tentang bagaimana tingkah seorang lesbian. Dari cara duduk, berpacaran dan bermesraan. Namun ia mengaku hanya mau melakukannya saat take aja, bukan dalam latihan. Lantas bagaimana perasaannya saat menjadi seorang lesbian?

“Melihat saja aku geli, apalagi melakukan. Sampai sekarang aku masih deg-degan mikirin adegan itu. Pokoknya aku tidak mau latihan, tapi pas syuting aku akan melakukan dengan profesional,” tuturnya.